5 Tempat Yang Wajib Dikunjungi Jika Berwisata ke Washington DC - Cela Blogger

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 01 April 2019

5 Tempat Yang Wajib Dikunjungi Jika Berwisata ke Washington DC

5 Tempat Yang Wajib Dikunjungi Jika Berwisata ke Washington DC

Setelah terjebak dalam extreme winter yang kayaknya gak kunjung selesai dan super dingin (up to -32 derajat tapi terasa seperti -46 derajat Celcius), akhirnya tanggal 17 Maret 2019 saya bisa juga traveling ke negara bagian lain.

Washington DC jadi pilihan utama karena arsitektur serta suasananya agak mirip dengan Eropa. Sekaligus demi mengunjungi tempat-tempat penting dalam sejarah Amerika.

Untuk menuju ke DC saya terbang dengan menggunakan Delta Airlines dari Milwaukee ke Washington DC.

Berfoto dengan latar belakang Washington Monument dan Jefferson Memorial di Washington DC, Amerika Serikat.DADA SABRA SATHILLA Berfoto dengan latar belakang Washington Monument dan Jefferson Memorial di Washington DC, Amerika Serikat.

Sebenarnya di Appleton juga ada bandara, deket banget malah dari rumah. Cuma karena tiketnya lebih terjangkau kalau terbang dari Milwaukee, akhirnya saya pilih penerbangan berharga 144 dollar AS ini. Harga segini sudah termasuk tiket murah ke Washington DC lho!
Secara total, saya stay selama 3 hari liburan ke Washington DC. Dalam waktu 3 hari itu saya sukses mengunjungi banyak monumen, museum, park, sampai neighborhood yang kece. Berikut tempat-tempat yang saya kunjungi di Washington DC selama 3 hari.

1. National Mall
National Mall adalah komplek seluas 2 miles (3,2 km) yang dibangun untuk menghormati para leluhur dan pahlawan yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Monumen dan tugu peringatan dibangun dalam komplek yang hijau dan rimbun. Jadi asyik jalan-jalan disini.

2. White House
Tempat kediaman dan kantor resmi presiden AS. Artinya, Trump tinggal dan kerja dari sini. Saya mengunjungi White House pas lagi di jalan menuju ke National Mall.

Bangunannya ya sama persis dengan yang sering kita lihat di film, berita dan foto. Hanya saja kalau mau masuk mesti reservasi tur dulu.

White House, tempat kediaman dan kantor resmi presiden AS.DADA SABRA SATHILLA White House, tempat kediaman dan kantor resmi presiden AS.

Kalau WN Amerika sih tinggal menghubungi kantor anggota kongresnya dan bilang mau ikut tur White House. Mereka nanti yang akan atur turnya.
Sementara, menurut informasi yang saya baca, sebenarnya turis asing juga bisa loh ikutan tur ke dalam White House. Syaratnya cukup hubungi kedutaan negara masing-masing biar dibantu kedutaan untuk ikut tur.

Eh... tapi, Kedutaan Indonesia DC bilang dalam webnya kalau mereka gak bisa bantu WNI yang mau ikut tur karena sibuk.

3. US Capitol
Rumahnya anggota Congress (Senate & House of Representative). Terletak di bukit Capitol di ujung timur National Mall.

Dari Washington Monument tinggal nyeberang jalan lalu jalan kaki sekitar setengah jam ke arah timur sampai ke puncak bukit. Kalau ogah jalan bisa naik circulator bus..

US Capitol membolehkan turis untuk ikut free tour setiap hari. Caranya dengan mengunjungi gedung US Capitol visitor center dulu tepatnya di information center di lower floor untuk ambil same day passes mulai dari jam 08.30 hingga 16.30.
Tur berjalan selama 90 menit. Mau lihat ruang kerja senat juga bisa. Cukup dengan ambil gallery passes di house and senate appointment desks.

4. US Holocaust Memorial Museum
Museum satu ini emang keren abis! Penuh dengan informasi dan pengetahuan seputar tragedi Holocaust dan apa yang terjadi di Amerika sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk terlibat dalam PD II.

US Holocaust Memorial Museum memiliki beberapa exhibition yang free untuk dikunjungi tapi khusus untuk permanent exhibition dikenakan tarif.

Eh emang dasar lagi lucky, waktu saya nanya ke information center soal tiket ini, petugasnya nanya saya sama siapa. Ketika tahu saya sendiri dia kasih tiket free dong. Wah baiknya... Sampai sekarang saya juga gak tahu berapa harga tiket untuk permanent exhibition.

Dalam pameran pertama yang saya datangi, ada beragam informasi dalam bentuk video, kliping surat kabar, polling, sampai iklan bioskop yang menggambarkan polemik PD II dan Holocaust di antara masyarakat Amerika pada masa itu.
Bahkan setelah diputuskan mereka akan ikut bantu mengalahkan Nazi Jerman, masih banyak politisi dan warga Amerika yang menolak kedatangan para imigran pengungsi Perang Dunia II yang mayoritas Jewish.

Para pengungsi ini bahkan sempat terlunta-lunta di pelabuhan di New York selama 9 bulan sampai akhirnya dibolehkan masuk wilayah AS.

Sementara itu, permanen exhibition menceritakan kronologis Holocaust dan perang melawan Nazi Jerman dalam bentuk diorama, film, tulisan, foto, dan video.

Ada juga film yang menceritakan stereotip buruk yang dialamatkan kepada Jewish dari masa baheula sampai modern yang kemudian berujung tragedi Holocaust.

Yang ngeri di sini adalah diorama tragedi genosida di Auswitz, kamp genosida milik Nazi Jerman di Polandia. Ngeri, sedih plus kasihan melihat sesama manusia diperlakukan tak manusiawi kayak gitu...

Georgetown adalah kawasan bersejarah di Washington DC, Amerika Serikat yang kini telah berubah jadi kawasan hipster.DADA SABRA SATHILLA Georgetown adalah kawasan bersejarah di Washington DC, Amerika Serikat yang kini telah berubah jadi kawasan hipster.

5. Georgetown
Jalan-jalan ke Washington DC gak melulu mengunjungi tempat penting dan bersejarah. Puas ngabisin waktu di museum dan gedung- gedung, hari ketiga adalah saatnya bersantai dan exploring historic neighborhood in DC.

Georgetown adalah kawasan bersejarah di DC yang kini telah berubah jadi kawasan hipster. Disinilah rumah pertama di DC dibangun. Untuk menuju kesana, saya tinggal naik circulator bus yang membawa saya ke Georgetown dari downtown dalam waktu 20 menit.

Di pusat kota Georgetown, saya nemuin ada banyak butik, kafe dan restoran. Cocok buat yang mau shopping di DC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot